Wednesday, 20 September 2017

Pilihan Hidup Seorang Manusia

Saya yakin bahwa hidup manusia itu berjalan karena 2 faktor, yaitu rencana Tuhan dan usaha manusianya sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia itu memiliki banyak kelebihan yang terdapat pada otak mereka sehingga manusia adalah makhluk yang paling utama daripada makhluk yang lainnya. Karena Tuhan sudah menunjuk kita sebagai khilafah untuk muka bumi ini, sebagaimana yang telah agama Islam terangkan.

Kita yang selalu memiliki banyak pilihan hidup, pilihan yang akan kita tuju dan bagaimana cara untuk menggapai tujuan tersebut. Pilihan untuk menjadi apa kita pada kedepannya, siapa kita dimata orang lain, dan bagaimana kita bisa dihormati dan dihargai. Pilihan yang memang tidak bisa dipilih selain oleh manusia.

Untuk anak kecil, memilih memang bukanlah suatu hal yang sulit. Ketika mereka ditanya ingin menjadi apa untuk kedepannya, mereka mampu menjawabnya dengan spontan. Bahkan jika mereka tidak memiliki jawaban, mereka hanya menggelengkan kepala, atau mengatakan bahwa mereka tidak tahu, dan si kecil ini tidak terganggu oleh tidak adanya jawaban untuk sebuah pertanyaan.

Seiring kita mencapai usia dewasa, semakin banyak masukan yang dimiliki si anak, semakin banyak juga pandangannya tentang pilih memilih. Ia bisa tetap teguh akan pendiriannya waktu kecil. Misalnya ketika dia duduk dibangku SD, dia ingin menjadi seorang pilot, ketika dia remaja masih tetap ingin jadi seorang pilot, bedanya dia sudah tau betul langkah yang harus dia ambil untuk menjadi seorang pilot dan setidaknya dia sudah bisa untuk mencari tahu sendiri.


Beberapa dari mereka telah mengubah pilihannya. Pilihan itu bisa mereka tambah kurangi atau bahkan menggantinya dengan pilihan baru dan itu semua tergantung bagaimana lingkungan di sekitar mempengaruhi hidupnya.

Mungkin orang dewasa itu bisa lebih pandai untuk memilih sesuatu dibandingkan dengan anak kecil. Tapi kekurangannya hanya ada satu. Orang dewasa tidak seperti anak kecil. Saat memilih sesuatu, maka itu akan menjadi suatu hal yang sangat berat bagi orang dewasa, dan tak jarang pula membuatnya tidak bisa tidur berhari-hari.

Itulah sebuah pilihan. Ketika keikhlasan diwajibkan senantiasa hadir disaat kenyataan tidak sesuai dengan pilihan. Lingkungan menghadirkan sesuatu yang lain. Alam semesta mengungkapkan hal yang berbeda. Tuhan telah mengatur hidup untuk ciptaan-Nya.

Terkadang kita perlu mengambil pandangan dari anak kecil dalam memilih dan menyikapi hasil, sebagaimana yang pernah kita lewati. Tidak perlu terlalu dihiraukan dengan kenyataan hidup kita yang tak terencanakan. Mintalah bimbingan dari Sang Maha Kuasa agar lebih baik untuk kedepannya.

Setelah Kita memahami suatu pilihan hidup, langkah selanjutnya yang harus kita lakukan  adalah menyelaraskan hidup kita. Dibawah ini mudah-mudahan adalah beberapa hal yang dapat menjadikan hidup kita lebih bermakna.
  • Jika hidup itu adalah suatu ibadah, maka pastikan bahwa semua aktivitas kita yang kita lakukan itu adalah ibadah. Caranya adalah niatkan selalu aktivitas kita untuk ibadah dan memperbaruinya setiap saat dan pastikan apa yang kita lakukan itu sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).
  • Jika hidup itu adalah suatu ujian, maka tidak ada cara lain lagi untuk menyelaraskan hidup kita selain menjalani hidup itu dengan penuh kesabaran.
  • Jika kehidupan di akhirat itu lebih baik daripada kehidupan di dunia, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti kita haru meninggalkan kehidupan dunia, akan tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat nanti.
  • Jika hidup ini hanya sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi kata santai, mengandai-ngandai, panjangan angan-angan apalagi malas karena kita tahu bahwa hidup ini hanya sementara da bukan untuk selamanya. Bergeraklah sekarang, bertindaklah, dan berlomba-lombalah dalam hal kebaikan.

Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran itu tidak diragukan lagi kebenarannya, jika ada kesalahan pun, kesalahan itu hanya datang dari diri saya pribadi (Manusia). Semoga semua usaha kita dalam menajalani hidup ini dapat menjadikan hidup kita lebih bermakna.

1 comment: